Pada tahun 1850, golongan Liberal mulai memperoleh kemenangan dalam pemerintahan.

Antara tahun 1850-1860 terjadi perdebatan tanam paksa antara golongan yang setuju dan tak setuju. Yang setuju adalah pihak pemerintah kolonial Belanda dan pemegang saham NHM. Yang tak setuju dari pihak pemerhati petani, pengusaha, dan pedagang swasta. Golongan ini biasa disebut kaum liberal. Mereka menghendaki agar kegiatan ekonomi diserahkan pada swasta.

Pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda membuka Indonesia untuk swasta untuk menanamkan modalnya. Periode antara tahun 1870-1900 disebut zaman liberalisme.

Pelaksanaan politik liberal ditandai dengan keluarnya UU agraria dan UU gula.